Metode pembelajaran adalah salah satu cara guru untuk mengaktifkan pembelajaran peserta didik di kelas agar pembelajaran berhasil sesuai kompetenesi yang diharapkan. Oleh karena itu pemilihan metode pembelajaran merupakan hal yang penting demi susksesnya proses belajar mengajar.
Pembelajaran bahasa Inggris yang mencakup 4 skill yaitu speaking,reading, listening dan writing memerlukan sebuah strategi khusus/metode pembelajaran khusus agar kompetensi yang dharapakan tercapai. Salah satunya adalah pemilihan metode pembelajaran.
Berikut adalah contoh metode pembelajaran yang bisa dijadikan refernsi dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas.
Pembelajaran bahasa Inggris yang mencakup 4 skill yaitu speaking,reading, listening dan writing memerlukan sebuah strategi khusus/metode pembelajaran khusus agar kompetensi yang dharapakan tercapai. Salah satunya adalah pemilihan metode pembelajaran.
Berikut adalah contoh metode pembelajaran yang bisa dijadikan refernsi dalam pembelajaran bahasa Inggris di kelas.
1. Project-based Learning
a. Pengertian
Pembelajaran berbasis proyek adalah sebuah pembelajaran yang melibatkan proyek perseorangan atau grup yang dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu. Hasil proyek ini kemudian akan ditampilkan atau dipresentasikan di depan kelas. Pembelajaran berbasis proyek ini berpusat pada siswa dan komunikatif karena siswa harus berkomunikasi sebagai bagian dari penyelesaian proyek ini. Disamping itu, pembelajaran semacam ini sangat kontekstual dan mengembangkan juga softskills siswa.
b. Kompetensi yang dikembangkan.
Pada dasarnya pembelajaran berbasis proyek ini dapat digunakan untuk mengembangkan satu keterampilan berbahasa atau lebih dari satu secara terpadu. Bahkanmetode ini dapat dignakan untuk mengajar kosa kata.
c. Prosedur.
Berikut adalah contoh langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek yang terpadu dengan fokus pada pengembangan kosakata yang dikembangkan dengan keterampilan berbicara.
1) Guru menentukan kompetensi yang akan dikembangkan.
2) Guru menerangkan pada siswa jenis kosa kata yang akan dikembangkan, sebagai contohnya,prepositional phrasal verbs sepertigo up, look for,dan take away
3) Guru menerangkanpolaprepotional phrasalverbs,maknadan contoh penggunaannya dalam kalimat.
4) Guru menerangkan proyek yang harus dikerjakan siswa secara individu, yaitu umpamanya, sebagai pekerjaan rumah mencari duaprepositional phrasal verbs dengan contoh penggunaannya dalam kalimat yang hasilnya nanti dipresentasikan di muka kelas.
5) Siswa mempresentasikan hasil proyeknya di muka kelas.
6) Guru membagi siswa menjadi pasangan dan setiap pasang harus menyusun bersama secara tertulis percakapan yang menggunakan prepositional phrasal verbs yang sudah dipresentasikan.
7) Setiap pasang memperagakan percakapan yang sudah disusun di muka kelas.
8) Secara klasikal guru memberi masukan atas presentasi dan peragaan percakapan siswa.
2. Task-based Learning
a. Pengertian
Task-based Learningadalah pembelajaran berbasis tugas. Tugas disini diartikan sebagaipekerjaan yang dibuat sedemikian rupa oleh guru untukdikerjakan oleh siswa, dan dalam menyelesaikan tugas tersebut siswa harus menggunakan sumber daya bahasanya (language resources)untuk berkomunikasi.
Task-based learning mempunyai beberapa keuntungan utama:
1.mampu menciptakan kesempatan pada siswa untuk melakukan komunikasi yang alamiah di dalam kelas.
2.lebih menekankan pada makna daripada bentuk kebahasaan, dan oleh karenanya
3.lebih mampu menumbuhkan motivasi belajar karena terpusat pada siswa.
Richards (2002) menyebutkan bahwa Task-based learning dapat dipakai sebagai satu-satunya kerangka kerja, atau hanya sebagai salah satu komponen dalam pengajaran bahasa Inggris, dan disamping itu, task dapat dipakai sebagai tehnik atau metode mengajar. Dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah di Indonesia pembelajaran berbasis tugas ini lebih mengacupada tehnik atau metode.
b. Kompetensi yang dikembangkan
Pada dasarnya semua keterampilan berbahasa dapat dikembangkan dengan pembelajaran berbasis tugas. Kita dapat mengembangkannya semua keterampilan secara terpadu dengan fokus pada salah satu keterampilan. Dalam konteks Pendekatan Komunikatif pengembangan keterampilan berbahasa dengan pembelajran berbasis tugas lebih tepat dilakukan secara terpadu.
c. Prosedur
Langkah pembelajaran dalam pembelajaran berbasis tugas dibagi menjadi tahap sebelum tugas, tahap tugas, dan tahap setelah tugas.
Tahap sebelum tugas:
1) Guru menentukan kompetensi yang akan dikembangkan dan memilih jenis tugas yang sesuai. Sebagai contoh, kompetensi yang akan dikembangkan adalah mendiskripsikantempat (keterampilan berbicara) dan tugasnya adalah mendesain dua dimensi tata letakrumah idaman.
2) Guru menerangkan pada siswa kompetensi dan tugas yang akan mereka kerjakan.
3) Jika diperlukan, guru menerangkan dan melakukan drillingkomponen bahasa tugas sepertikosa-kata, ungkapan dan struktur kalimat.
4) Guru memberi modelbagaimana tugas tersebut dilaksanakan.
5)Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompoksesuai kebutuhan
Tahap tugas:
1) Siswa secara berkelompok melaksanakan tugas dan guru memonitor proses pelaksanaan tugas di tiap kelompok.
2) Setiap kelompokmelaporkan hasil tugas. Ketika kelompok menyajikan hasil tugas guru disarankan membimbing komunikasikelas, antara siswa dengan siswa dan antara guru dan siswa untuk tujuan klarifikasiatas informasi yang diberikan oleh penyaji.
3) Kalau diperlukan sebagai pekerjaan rumah , siswa menulis hasil tugas untuk dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
Tahap setelah tugas:
1) Guru memberi masukanatas sajian siswa.
2) Guru melaksanakan refleksi3. Role Play
a.
Pengertian
Role play (bermain
peran) adalah teknik pembelajaran bahasa yang meminta siswa memainkan peran
tertentu dalam situasi yang ditentukan, dengan menggunakan bahasa target, yaitu
bahasa yang sedang dipelajari (seperti bahasa Inggris, misalnya). Untuk
berlatih mengekspresikan complaints and apologies dalam
bahasa Inggris, misalnya, siswa bermain peran sebagai pembeli dan penjual di
suatu toko. Pembeli mengembalikan barang yang telah dibelinya dari toko
tersebut karena barang itu rusak.
b.
Kompetensi yang dikembangkan
Keterampilan berbahasa yang dapat
dikembangkan dengan role playadalah speaking,
terutama interpersonal dan transactional dialogues.
c.
Prosedur
1)
Mengajak siswa mengidentifikasi situasi
untuk role play, seperti apakah role play akan
dilaksanakan antara guru dengan siswa, dokter dengan pasien, atau tamu hotel
dengan resepsionais;
2)
Mengajak siswa merancang role play, seperti
apakah role play bersifat terstruktur, semi terstruktur, atau bebas. Juga,
apakah role play akan dilaksanakan oleh dua orang, tiga orang,
atau lebih;
3)
Memfasilitasi siswa untuk
mengidentifikasi language function yang diperkirakan muncul
dalam percakapan/role play;
4)
Mengajak siswa mengidentifikasi
pilihan-pilihan bentuk bahasa (language forms) untuk masing-masing language
function;
5)
Mengarahkan siswa untuk melakukan drilling terhadap
beberapalanguage forms yang telah teridentifikasi;
6)
Memfasilitasi siswa melakukan latihan role
play dalam kelompok kecil;
7)
Memfasilitasi siswa melakukan performance
role play di depan kelas;
8)
Mengajak para siswa melakukan evaluasi
terhadap hasilperformance siswa.
4. Process Approach
a. Pengertian
Process approach adalah
metode pembelajaran bahasa, khusunyawriting, yang memberi kesempatan
kepada siswa untuk mengalami, menghayati, menilai, dan merefleksi sendirilangkah-langkah
penulisan suatu teks, mulai dari perencanaan hingga penulisan akhir teks
tersebut. Di sini yang menjadi fokus adalah proses penulisan, bukan hasil
tulisan.
b.
Kompetensi yang dikembangkan
Keterampilan bahasa yang dikembangkan
dengan process approachini adalah writing, khususnya free writing.
c.
Prosedur
1) Planning.
Pada tahap ini guru membimbing siswa untuk memilih dan menentukan topik, membatasi topik, dan menuliskan topic
sentence atau thesis.
2) Outlining. Pada tahap ini guru
meminta siswa untuk menuliskan pointer-pointer isi informasi yang dapat
mengembangkan topik.
3) Drafting.
Pada tahap ini guru memfasilitasi siswa untuk mengembangkan sertiap pointer
informasi menjadi kalimat atau paragraf.
4) Revising/Editing. Pada tahap ini
guru meminta siswa menilai draf yang telah dibuatnya, kemudian melakukan revisi
atau editing agar draf tersebut menjadi lebih baik. Revisi meliputi isi,
organisasi, grammar, vocabulary, spelling, dan lain sebagainya.
5) Rewriting.
Pada tahap ini guru meminta siswa menuliskan kembali draf yang telah direvisi.
Ini menjadi produk atau tulisan akhir siswa.
5. Inquiry-based Teaching
a. Pengertian
Inquiry-based
Teaching (IBT) adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan
siswa secara intensif untukuntuk mengajukan pertanyaan atau permasalahan,
mengajukan hipotesis, melakukan observasi atau investigasi, menganalisis data,
dan menarik simpulan, serta menjelaskan temuannya itu kepada orang lain. Jawaban
yang diharapkan atas pertanyaan tersebut tidak bersifat tunggal tetapi jamak.
Yang penting adalah bahwa dalam mencari jawaban, siswa bekerja dengan
menggunakan prosedur dan standar tertentu yang jelas sehingga hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, dimungkinkan mereka mengintegrasikan
dan mensinergikan berbagai metode dan disiplin ilmu yang berbeda.
b.
Kompetensi yang dikembangkan
Kompetensi yang dapat dikembangkan oleh
IBT adalah semua keterampilan berbahasa dan elemen bahasa.
c.
Prosedur
1) Asking. Siswa mengajukan pertanyaan atau
pemasalahan yang terkait dengan topik yang sedang dikaji;
2) Investigating. Siswa melakukan
investigasi dengan berbagai teknik seperti pengamatan, wawancara, atau analisis
dokumen untuk mengumpulkan informasi yang relevan dengan pertanyaan yang telah
diajukan;
3) Creating.
Berdasarkan hasil investigasi siswa mengkonstruksi pengetahuan baru yang berbeda dari pengetahuan sebelumnya;
4) Discussing.
Siswa menyampaikan temuannya (new knowledge) kepada teman sekelasnya, dan
membandingkannya apakah pengetahuan yang ia konstruksi sama atau berbeda dari
teman-teman lainnya;
5) Reflecting.
Setelah diskusi selesai, siswa memiliki kesempatan untuk melakukan refleksi atas apa yang telah dilakukan dan ditemukan.
6. Diskusi
a. Pengertian
Metode
diskusi adalah suatu metode pembelajaran yang melibatkan siswa atau kelompok
siswa secara intensif untuk melakukan pembicaraan ilmiah guna mengumpulkan
pendapat atas suatu persoalan, kemudian membuat simpulan atau menyusun
alternatif pemecahan masalah tersebut.
b. Kompetensi yang dikembangkan
Kompetensi
yang dapat dikembangkan oleh metode diskusi adalah semua keterampilan berbahasa
dan elemen bahasa.
c. Prosedur
1) Guru mengemukakan masalah yang akan
didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara pemecahannya;
2) Para siswa membentuk kelompok-kelompok
diskusi, memilih ketua, sekretaris, dan bila perlu juga juru bicara kelompok;
3)
Para siswa melakukan diskusi di kelompoknya masing-masing secara aktif,
demokratis, dan saling menghargai; sementara itu, guru berkelilingdi antara
kelompok-kelompok diskusi untuk meyakinkan bahwa semua kelompok bekerja dengan
baik;
4)
Masing-masing kelompok (melalui juru bicaranya) melaporkan hasil diskusinya,
yang kemudian ditanggapi oleh kelompok-kelompok lainnya;
5)
Guru dan siswa melakukan evaluasi dan refleksi atas proses dan hasil diskusi
untuk memperoleh hasil terbaik;
6)
Masing-masing kelompok mengumpulkan laporan hasil diskusinya (hasil diskusi
kelompok yang telah diberi masukan oleh kelompok lain dan guru), untuk dinilai
atau dijadikan arsip kegiatan kelas.
7. Problem-based Learning
a.
Pengertian
Problem based learning (PBL)
adalah metode pembelajaran yang didasarkan pada masalah dalam kehidupan nyata.
Siswa diminta dan dibimbing untuk mempelajari masalah itu berdasarkan
pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka miliki sebelumnya sehingga akan
terbentuk pengetahuan baru.
b.
Kompetensi yang dikembangkan
Kompetensi yang dapat dikembangkan melalui
PBL ini adalah semua keterampilan berbahasa dan elemen bahasa.
c.
Prosedur
1) Guru mengenalkan
siswa pada masalah, atau masalah tersebut diidentifikasi dan ditentukan secara
bersama-sama antara guru dan siswa;
2) Guru
mengorganisasikan pelaksanaan pembelajaran, misalnya apakah siswa bekerja
secara perorangan, berpasangan, atau kelompok kecil;
3) Guru membimbing
siswa untuk melakukan investigasi dengan cara-cara yang relevan, seperti apakah
bisa hanya melalui library research, uji coba, atau sampai pada eksperimen;
4) Guru memfasilitasi
siswa untuk menyajikan hasil investigasinya di depan teman-teman sekelas untuk
kemudian ditannggapi;
5) Dengan bimbingan
guru siswa menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dan hasil
investigasi yang dicapainya;
6) Siswa membuat laporan tertulis dengan
format yang telah disepakati, untuk dinilai oleh guru atau untuk arsip kegiatan
kelas.
8. Games.
a.
Pengertian:
Permainan adalah kegiatan yang mempunyai
peraturan, tujuan dan unsur kesenangan. Dalam lingkup pembelajaran bahasa
Inggris sebagai bahasa asing, terdapat duajenis permainan,yaitu permainan
komunikatif yang dibedakan dengan permainan jenis kebahasaan (lingusitic).
Permainan juga dapat juga dibagi menjadi permainan yang bersifat kompetitif dan
permainan yang bersifat kooperatif. Selain sifatnya yang menyenangkan,
permainan yang bersifat komunikatif mempunyai potensi untuk menciptakan
kegiatan komunikasi.
b. Kompetensi yang
dikembangkan:
Biasanya permainan yang bersifat
komunikatifdigunakan untuk mengembangkan keterampilan berbicara, sedangkan
permainan yang bersifat kebahasaan dapat digunakan untuk mengembangkan
penguasaan aspek bahasa seperti kosakata dan gramatika. Yang diterangkan di
bawah ini hanya jenis permaianan komunikatif.
c.
Prosedur:
Pre. Games:
1)
Menjelaskan keterampilan dan kompetensi yang akan dikembangkan.
2)
Melakukan pembahasan dan drilling tentang kosakata dan ungkapan-ungkapan yang akan
digunakan dalam permainan. (jika diperlukan)
3)
Menjelaskan prosedur permainan.
4)
Memberikan contoh pelaksanaan permainan
Games:
Tahap
ini digunakan untuk melaksanakan permainan
Post-Games:
Tahap
ini digunakan untuk memberikan masukan terkait kesalahan siswa yang dicatat
oleh guru.
9.
Jigsaw.
a.
Pengertian.
Jigsaw adalah salah satu bentuk
pembelajaran kooperatif, yang dimaknai sebagai pembelajaran yang menciptakan
interaksi kelas yang bermakna dalam lingkungan yang mendukung sehingga mengarah
pada pencapaian belajar yang lebih baik, peningkatan motivasi belajar siswa,
dan secara keseluruhan pada perubahan kondisi psikologis siswa.
b.
Kompetensi yang dikembangkan.
Jigsaw dapat
digunakan untuk pengembangan keterampilan listening atau reading dan listening secara
bersama-sama .
c.
Prosedur
Berikut
langkah-langkah pembelajaran untuk pembelajaran listening dan reading:
Listening:
1)
Guru memperdengarkan rekaman di mana tiga
orang dengan pendapat yang berbeda mendiskusikan pendapat mereka tentang suatu
topik.
2)
Guru menyiapkan tiga tugas, setiap tugas
memfokuskan satu dari ketiga pendapat yang berbeda tadi
3)
Siswa kemudian dibagi menjadi tiga kelompok A,
B, dan C dan setiap kelompokmendengarkan rekaman sambil mengerjakan tugas yang
sudah disiapkan tersebutdan yang terfokus padasatu pendapat yang berbeda
tersebut.
4)
Kelompok siswa kemudian disusun kembali
menjadi kelompok yang terdiri satu siswa berbeda darikelompok A, B, dan C.
5)
Kelompok baru ini kemudian bermain peran
mendiskusikan topik yang sama menggunkan informasi yang sudah mereka dapatkan
dari kegiatan mendengarkan tadi.
6)
Guru memberikanmasukan atas kinerja siswa.
Reading
dan listening:
1)
Guru mengambi teks tulis narrative dan
memotongnya menjadi beberapa bagian sesuai jumlah siswa.
2)
Setiap siswa mendapatkan satu bagian dari
cerita tersebut.
3)
Setelah membaca bagian tersebut, siswa
kemudian berkeliling ruang kelasdan sambil mendengarkan setiap bagian bagian
teks yang dibaca keras oleh teman lainnya.
4)
Sambil mendengarkan bagian teks yang dibaca
teman lainnya, siswa menentukan posisi bagiannya dalam cerita tersebut.
5)
Akhirnya siswa harus menyusun secara urut
bagian-bagian tadi menjadi teks yang utuh.
10. Split Information
a.
Pengertian.
Kegiatan ini adalah salah satu bentuk dari
banyak kegiatan komunikatif.Nation (1988) menyebutnya sebagai information
gap activities . Kegiatan pembelajaran ini melibatkan minimal satu
siswa yang mempunyai informasidan yang siswalainnya tidak mempunyainya tetapi
memerlukannya. Untuk mendapatkan informasi tersebut siswa yang tidak
mempunyainya harus melakukan komunikasi dalam bentuk tertentu.
b.
Kompetensi yang dikembangkan.
Keterampilan yang dapat dikembangkan dengan
kegiatan ini adalah keterampilan berbicara.
c.
Prosedur
1)
Guru menentukan kompetensi dan topik
yang akan dikembangkan, contohnya mendiskripsikan bentuk seperti bulatan,
segitiga, garis, empat persegi panjang dan posisi benda.
2)
Guru menyiapkan dua lembar kertas dengan
gambar yang mirip, umpamanya satu berisi sejumlah gambar bentuk dua dimensi
dengan posisi tertentu, dan kertas yang lain berisi gambar bentuk dimensi yang
sama tetapi mempunyai posisi yang berbeda.
1)
Guru membagi siswa menjadi berpasangan, tiap
siswa mendapat gambar yang berbeda dari gambar pasangannya.
2)
Guru menjelaskan posedur kegiatan dimana tiap
pasangan harus saling tanya jawab untuk mencari perbedaan dan persamaan.
3)
Guru memberikan contoh
4)
Setelah selesai salah satu anggota pasangan
diminta untuk melaporkan hasil tanya jawabnya.
5)
Guru mendiskusikan dan memberikan masukan
terkait kesalahan siswa.
Catatan:
apabila diperlukan (tergantung tingkat kompetensi siswa dan kesiapannya), guru
dapat melakukan pengenalan kosakata terkait beserta makna dan pelafalannya.
11. Problem
Solving
a.
Pengertian
Kegaiatan
pembelajaran ini juga salah satu bentuk kegiatan pembelajaran komunikatif
dimana siswa diminta untuk memecahkan suatu masalah secara berkelompok Untuk
memecahkan masalah tersebut siswa harus menggunakan sumber daya bahasanya (languge resource)
untuk saling melakukan komunikasi.
b.
Kompetensi yang dikembangkan.
Problem solving biasanya digunakan untuk
mengembangkan kegiatan berbicara dan sangat memungkinkan menggabungkannya
dengan kegiatan komunikasi lainnya seperti menulis, mendengar dan membaca
(terpadu).
c.
Prosedur
Berikut adalah langkah pembelajaran
metode problem solving
1)
Guru menentukan kompetensi yang akan dikembangkan.
2)
Guru menentukan persoalan yang akan dipecahkan oleh siswa. Umpamanya bagaimana
memilih sejumlah barang yang tersedia berdasarkan urutan keguanaannyayang akan
digunakan untuk menyelamatkan diri dari kondisi darurat. Situasi ini dapat
digunakan untuk mengembangkan kemampuan mengutarakan dan menaggapi
pendapat,persetujuan dan ketidaksetujuan.
3)
Guru menerangkan pada siswa tujuan dan prosedur kegiatan .
4)
Apabila dianggap perlu gurumenerangkan kosa-kata dan ungkapan-ungkapan yang
diperlukan dan melakukan drilling.
5)
Guru membagi siswa menjadi bebarapa kelompok dan tiap kelompok diminta untuk
mendiskusikan masalah tersebut dan menentukan pilihan kelompok.
6)
Setelah selesai guru meminta setiap
kelompok melaporkan hasil diskusi kelompok dalam diskusi kelas.
7)
Guru memberikan komentar dan masukan terhadaphasil diskusi.
12. Number
Heads Together
a.
Pengertian
Kegiatan pembelajaran ini adalah salah
satu bentuk kegiatan pembelajaran kooperatif. Tehnik yang dikembangkan oleh
Spencer Kagan (1992) ini bersifat komunikatif karenamemberikan kesempatan
kepada siswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang
paling tepat. Selain itu, teknik ini juga mendorong siswa untuk
meningkatkan semangat kerja sama mereka.
b.
Kompetensi yang dikembangkan.
Keterampilan
yang dapat dikembangakan dengan number headstogether adalah reading dan listening .
c.
Prosedur.
Berikut adalah contoh langkah-langkah
pembelajaran untuk pengembanagan keterampilan reading.
1)
Guru menetapkan kompetensi yang akan
dikembangkan dan bahan bacaan yang sesuai.
2)
Siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap
siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor urut.
3)
Guru membagikan teks beserta tugas yang
terkait dengan kompetensi dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
4)
Kelompok memutuskan jawaban yang dianggap
paling benar dan memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini.
5)
Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan
nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerja sama mereka.
6)
Tanggapan dari kelompok yang lain
7)
Teknik Kepala Bernomor ini juga dapat
dilanjutkan untuk mengubah komposisi kelompok yang biasanya dan bergabung
dengan siswa-siswa lain yang bernomor sama dari kelompok lain
Sumber:
http://www.kompasiana.com/sukatno/metode-pembelajaran-beserta-prosedurnya-terutama-pemb-bahasa-ditulis-ulang-oleh-maskatno-giri-mas-guru-sman-1-girimarto-wonogiri_5519f045a33311c71cb659a6






0 komentar:
Posting Komentar